December 2010
24 posts
i dont have to impress you at the first time,...
tshagisa:
keep trying to make me impress to you, i’m gonna hard to falling in love. but i will easily falling with the way you impressed me. :)
langit biru
Rhea meringkuk tanpa kawan di langit. Perasaan tak bersahabat membentuk segumpal awan gelap di sekitar. Petir menyulut harinya semakin pendek. Dan sekali lagi, hujan menderas di hatinya.
Langit Rhea runtuh membiru.
Patriotisme bukan saja mengangkat senjata di medan perang. Memastikan tidak ada...
– ceritarhea
dunia
Aku maklumi kejadian demi kejadian karena dunia itu lebih dari lingkaran berisi ruang. Aku tak sanggup menggapai luas dunia, apalagi duniamu.
bukan semua hal
Kita bukan layang-layang. Menghimpun angin untuk terbang. Maukah kamu mengindah di biru cerah tanpa harus ada tarik-ulur sebelumnya?
Kita bukan lautan. Kisahku terlalu tua untuk bermain pasang surut denganmu. Pasang di saat malam, namun surut saat siang.
Dan kita bukan not balok. Berhenti mengatur kita dalam tangga nadamu. Itu tidak terdengar merdu sama sekali. Lebih baik menjadi tuli daripada...
siapa kita
Apa aku? Siapa kamu?
Aku selalu bermimpi tentangmu. Bahkan ketika aku terjaga, aku bisa bermimpi tentangmu, tentang kita yang berbaring di padang rumput tak berbatas.
Apa maumu? Siapa aku untukmu?
Berpendar lalu hilang.
on the phone, many years ago
Yana: Hallo?
Fira: Dana ada?
Yana: Mas Dana lagi keluar.
Fira: Oh gitu.
Yana: (mengambil kertas dan pensil) Ini dari siapa? Nanti saya sampaikan.
Fira: Saya Fira.
Yana: Oh, Pira. Pira itu pakai PI (V) atau pakai PE (P)?
Fira: Pakai F.
Yana: Oh, pakai EP (F).
Fira: -_-“ Ntar aja deh saya telfon lagi.
Yana: (menutup telepon dan mulai menulis nama Fira pakai EP)
Fira: (dalam hati bergumam, baik PI, PE atau EP, semua terdengar sama, PIRA)
bukan egois
Menjaga perasaan orang lain itu penting tapi setelah kamu menghargai perasaan kamu sendiri. Tidak peduli seberapa berarti dia untukmu saat ini, ketika kamu sakit, kamu yang rasa.
Dia mungkin sedang menari di tempat lain tanpa tahu sedang badai di tempatmu.
Perhitungkan kembali kenapa kamu harus begitu peduli untuk sekedar menanyakan apakah dia sudah makan atau belum.
untukmu, Satria
Kamu tahu pasti apa yang terjadi ketika kakiku tidak bisa berhenti melangkah walau sudah berkilo mereka jelajahi, walau peluh membuat sebagian permukaan bajuku basah. Aku gusar dengan segala emosi yang membakar atau aku layu dengan segelintir air mata meratap.
Desemberku, aku tersenyum dan sore ini ritual bodoh yang melelahkan, aku lakukan.
Aku biarkan angin meniupkan semangat di sela helai...
nama kebapak-bapakan
Aby: (menonton video Kuburan manggung di handphone) Aby pernah digendong sama penyanyi band ini waktu di acara Bapak loh.
Cungkring: Ada satu lagi vokalis eh calon artis yang pernah gendong Aby. Tahu nggak siapa?
Aby: Siapa, Om?
Rhea: Mulai deh ah.
Fira: Oh iya, cowok lo yang terakhir, Rhe. Siapa ya namanya? Pokoknya namanya kebapak-bapakan.
Rhea: -_-“
Cungkring: Wijaya?
Dana: Subroto?
Fira: Bukan. Siapa ya? Aby, nama pacar tante Rhea yang dulu siapa?
Aby: Lupa.
Cungkring: Zulkifli?
Rhea: Ah udah ah. Ngaco semua nih.
Fira: Oh iya. namanya (mimik muka yakin 300%) ZAKARIA!
Semua: Hahahahaha.
Fira: Eh salah ya? Siapa sih, Rhe?
Semua: (masih ketawa karena nama Zakaria sangat out of the box.)
Rhea: Haha masa iya, gue jadian sama nabi? Berat aja.
senyawa
Pernahkah kamu menghirup sesuatu tetapi enggan untuk menghembuskannya lagi keluar dari paru-parumu? Pernahkah kamu menghirup aroma yang tidak terlalu menyengat tapi sangat memabukkan? Pernahkah kamu menganggap itu hanya imajinasi padahal sangat nyata terjadi?
Semua itu adalah ketika Rhea menghirup senyawa bernama Dio.
bukan akhir
Terpikir bagaimana jika hujan teramat badai. Jika malam terlalu larut. Jika hari terlalu biru. Jika pipi legam tertampar. Bagaimana aku?
Jika hati terlalu merah. Jika euphoria terlampau dewasa. Jika atasan memanipulasi anggaran. Bagaimana kamu?
Jika masing-masing terikat. Jika aku utara, kamu selatan. Jika aku bertanya, kamu beranjak. Bagaimana kita?
Kita pernah satu rasa, satu jiwa, satu raga,...
R
Si Gaptek: Kalau mau ngezoom foto pencet apa sih?
Si Cadel: Pencet huLuf yang aku ngga bisa nyebutnya.
Si Gaptek: Hahaha EL (Rd. R) dong ya?
Si Cadel: -_-“
bukan bandnya
Rhea: Dengerin deh. Tahu lagu ini nggak?
Pito: Nggak.
Rhea: Enak ya?
Pito: Nggak ah.
Rhea: Ini lagunya 30 Seconds to Mars.
Pito: Pantes nggak enak.
Rhea: Cooool!
Pito: Hahaha.
Bagaimana bisa mereka melebihimu, ketika kamu adalah bilangan tak hingga buatku?
Kamu, layang-layang yang terlambat aku terbangkan.
aku pergi
Tidak ada kewajiban untukku, apalagi untukmu. Kenapa bertanya? Kamu lupa?
Aku lompat kegirangan mendapatimu memperhatikanku. Tak lama kemudian kamu berpaling dan berlalu. Dalam hati aku menghitung langkahmu. Setelah berpuluh, kamu tidak juga menoleh. Setelah berhari, kamu tidak juga tidak berargumen.
Rasanya seperti berhasil menendang bola ke gawang dari jarak jauh lalu terdengar riuh penonton...
Kamu. Kamu rindu?
Sebulan Tanpa PRT
Rhea: (melihat wajan) Bu, udah digoreng lama tapi kok sosisnya nggak mekar kayak bunga?
Tari: Iya ya? Padahal ujungnya udah dibelah.
Rhea: Aneh ya?
Tari: Apa gara-gara plastik pembungkus sosisnya nggak dibuka?
Rhea: Hah?? Kenapa nggak dibuka dulu?
Tari: Bukannya plastiknya bisa dimakan?
Rhea: Hah?? Mana adaaaa?
Tari: Kayak permen susu yang dari cina itu kan?
Rhea: (menutup mata berharap PRT cepat kembali)
aku rindu teraduk hangat layaknya teh dalam cangkir.
aku rindu menjingga dalam senja.
aku rindu menjadi ombak yang setia menari di luas samudera.