October 3rd, 2011

Kamu tahu selisih dari kemarin dan hari ini itu apa?

Kamu tahu selisih dari berharap dan kemudian malas berpikir itu apa?

Kamu tahu selisih dari ingin dan tidak terbalas itu apa?

Kamu tahu selisih dari aku punya banyak cerita dan tiba-tiba aku lupa itu apa?

Kamu tahu? Kamu dan semua itu terlambat.

September 27th, 2011

sekamu

Seringan kamu membuat tubuhku melayang beberapa inci dari bumi.

Sehangat kamu merengkuh bagian terdalam dari hatiku.

Semenarik kamu mengucap kalimat sederhana menjadi harapan yang selalu terwujud tidak jauh dari kenyataan.

Secepat kamu menulis sinopsis sisa waktu dengan kita sebagai tokoh utama.

Sekuat kamu menggenggamku untuk selalu bersinar di sekitaranmu.


Dengan semua itu, kamu telah membangun sebuah surga untukku.

September 26th, 2011
Jelas aku tidak mau kamu mendera perih lebih lama. Beri aku sedikit waktu lagi dan kita akan tersenyum bersama. Bukan senyum di akhir tapi di tempat teratas yang mereka tidak pernah bayangkan sebelumnya. Ibu mau?
September 21st, 2011
Boleh aku menangis di sudutku sendiri? Lima menit saja.
September 20th, 2011
Jangan seperti itu lagi. Kamu itu kesayanganku yang unik. Bagaimana membedakanmu dengan mereka kalau kamu seperti itu?
September 16th, 2011
Aku hanya tidak bisa terlepas darimu. Dan sebenernya itu lebih rumit dari hanya.
Sudah saya sediakan tembok. Kalau kangen tidak berbalas, bisa tulis rangkaian kata rindu sepanjang apa pun di permukaannya. Kalau masih belum cukup, bisa benturkan kepala sampai tembok runtuh. Selamat mencoba.
Let’s blame on the situation. That’s the easiest way. Do you think so?
September 15th, 2011
Apakah ini terlalu dini untuk mengatakan rindu?